Sabtu, 20 Oktober 2012

Permasalahan Penduduk IPS kelas 8


Penduduk Indonesia adalah mereka yang tinggal di Indonesia pada saat dilakukan  semsus dalam kurun waktu minimal 6 bulan.

Untuk mengetahui bagaimanakah keadaan penduduk berkaitan dengan kuantitas penduduk di suatu negara diperlukan data yang lengkap dengan melakukan:
 a. Sensus Penduduk (cacah jiwa), yaitu pencatatatn penduduk di suatu daerah/negara pada kurun waktu  tertentu (biasanya setiap 10 tahun sekali). Macam sensus, de facto dan de jure. De facto adalah sensus penduduk sesuai kenyataan tinggal saat itu. De jure adalah sensus penduduk sesuai dengan tempat tinggal resmi/otentik, misalnya KTP. Metode sensus, canvasser dan house holder. Canvasser adalah metode sensus dengan mendatangi dari rumah ke rumah. House holder adalah metode sensus dengan kepala rumah tangga mengisi blangko sendiri data warganya. tetapi sensus ini cukup sulit jika kepala rumah tangga buta huruf

b. Survei Penduduk, yaitu pencatatan penduduk di daerah yang terbatas dan mengenai hal tertentu

c. Registrasi Penduduk, yaitu pencatatan data penduduk yang dilakukan secara terus menerus di kelurahan
 Pola mobilitas penduduk permanen (migrasi), yang meliputi
1. Migrasi Internasional (antar negara)
a. Imigrasi, adalah masuknya penduduk asing yang menetap ke dalam sebuah negara.
b. Emigrasi, adalah pindahnya penduduk ke luar negeri untuk menetap di sana.
c. Remigrasi, adalah pemulangan kembali penduduk asing ke negara asalnya
d. Repatriasi, adalah kembalinya penduduk yang terdeportasi (terusir) ke pangkuan negara asal.
2. Migrasi Nasional (migrasi lokal)
a. Urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
b. Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa untuk menetap di sana.
c. Evakuasi, yaitu perpindahan penduduk untuk menghindari bahaya
d. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduknya, ke pulau yang masih jarang penduduknya. Transmigrasi dibedakan menjadi 4, yaitu:
 1. T. Lokal, yaitu transmigrasi 1 pulau..
2. T. Spontan, yaitu transmigrasi atas kemauan diri sendiri.
3. T. Bedol Desa, yaitu perpindahan 1 desa beserta perangkat desa.
4. T. Sektoral, yaitu perpindahan penduduk karena sebab khusus, misalnya karena bencana alam.

Piramida Penduduk, adalah sebuah grafik balok yang menunjukkan jumlah penduduk dan jenis kelamin.
Piramida penduduk:
1. Expansive (penduduk muda)

2. Konstruktif (penduduk tua)

3. Stationer (penduduk seimbang)


Expansive     = Negara yang berkembang
Konstruktif    = Negara darurat perang/bencana
Stationer       = Negara Maju

Penduduk usia produkif = 15-64 tahun
Penduduk usia non produktif = 0-14 tahun dan 65 keatas

Antinatalitas adalah faktor penghambat kelahiran:
  • Adanya program Keluarga Berencana (KB).
  • Kemajuan di bidang iptek dan obat-obatan.
  • Adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjungan anak bagi PNS.
  • Adanya UU perkawinan yang membatasi dan mengatur usia pernikahan.
  • Penundaan usia pernikahan karena alasan ekonomi, pendidikan dan karir.
  • Adanya perasaan malu bila memiliki banyak anak.
Pronatalitas adalah faktor penunjang kelahiran:
  • Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.
  • Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan.
  • Pernikahan usia dini (usia muda).
  • Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya, jika dibandingkan dengan anak perempuan, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak laki-laki akan berusaha untuk mempunyai anak laki-laki.
  • Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya bagaimana supaya memiliki anak.
Antimortalitas adalah faktor penghambat kematian:
  • Tingkat kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat yang sudah baik.
  • Negara dalam keadaan aman dan tidak terjadi peperangan.
  • Adanya kemajuan iptek di bidang kedokteran sehingga berbagai macam penyakit dapat diobati.
  • Adanya pemahaman agama yang kuat oleh masyarakat sehingga tidak melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain, karena ajaran agama melarang hal tersebut.
Promortalitas adalah faktor penunjang kematia:
  • Adanya wabah penyakit seperti demam berdarah, flu burung dan sebagainya.
  • Adanya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan sebagainya.
  • Kesehatan serta pemenuhan gizi penduduk yang rendah.
  • Adanya peperangan, kecelakaan, dan sebagainya.
  • Tingkat pencemaran yang tinggi sehingga lingkungan tidak sehat.

Macam Hujan/Tipe Hujan IPS Kelas 8


1. Zenithal : Karena udara panas naik tegak lurus, sifatnya berlangsung secara tiba-tiba, cepat berhenti, butirannya besar dan kasar.
2. Frontal : Karena pertemuan udara panas dan dingin. Sifatnya tidak begitu deras, disertai kilat dan petir.
3. Orografis : Terjadi di pegunungan (oro : gunung). Sifatnya relatif, dan disertai kabut.
4. Siklon / musim : Biasanya terjadi setiap hari pada musim hujan. Sifatnya deras dan disertai tanda (gemuruh/petir).

Politik Etis Ips


Politik etis atau politik balas budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi (negara jajahan).
Pencetus politik etis (politik balas budi) ini adalah Van De Venter. Van Deventer
memperjuangkan nasib bangsa Indonesia dengan menulis karangan dalam majalah
De Gids yang berjudul Eeu Eereschuld (Hutang Budi). Van Deventer menjelaskan
bahwa Belanda telah berhutang budi kepada rakyat Indonesia. Hutang budi itu harus dikembalikan dengan memperbaiki nasib rakyat, mencerdaskan dan memakmurkan.
Menurut Van Deventer, ada tiga cara untuk memperbaiki nasib rakyat tersebut
yaitu memajukan :
a. Edukasi (Pendidikan)
Dengan edukasi akan dapat meningkatkan kualitas bangsa Indonesia sehingga dapat diajak memajukan perusahaan perkebunan dan mengurangi keterbelakangan.
b. Irigasi (pengairan)
Dengan irigasi tanah pertanian akan menjadi subur dan produksinya bertambah.
c. Emigrasi (pemindahan penduduk)

Dengan emigrasi tanah-tanah di luar Jawa yang belum diolah menjadi lahan perkebunan, akan dapat diolah untuk menambah penghasilan. Selain itu juga untuk mengurangi kepadatan penduduk Jawa.
Pendukung Politik Etis usulan Van Deventer adalah sebagai berikut.
- Mr. P. Brooshoof, redaktur surat kabar De Lokomotif, yang pada tahun 1901 menulis buku berjudul De Ethische Koers In de Koloniale Politiek (Tujuan Ethis dalam Politik Kolonial).
- K.F. Holle, banyak membantu kaum tani.
- Van Vollen Hoven, banyak memperdalam hukum adat pada beberapa suku
bangsa di Indonesia.
- Abendanon, banyak memikirkan soal pendidikan penduduk pribumi.
- Leivegoed, seorang jurnalis yang banyak menulis tentang rakyat Indonesia.
- Van Kol, banyak menulis tentang keadaan pemerintahan Hindia Belanda.
- Douwes Dekker (Multatuli), dalam bukunya yang berjudul Max Havelaar,
Saya dan Adinda.
Usulan Van Deventer tersebut mendapat perhatian besar dari pemerintah Belanda, pemerintah Belanda menerima saran tentang Politik Etis, namun akan diselaraskan dengan sistem kolonial di Indonesia. (Edukasi dilaksanakan, tetapi semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pegawai rendahan). Pendidikan dipisah- pisah antara orang Belanda, anak bangsawan, dan rakyat. Bagi rakyat kecil hanya tersedia sekolah rendah untuk mendidik anak menjadi orang yang setia pada penjajah, pandai dalam administrasi dan sanggup menjadi pegawai dengan gaji yang rendah.
Dalam bidang irigasi (pengairan) diadakan pembangunan dan perbaikan. Tetapi pengairan tersebut tidak ditujukan untuk pengairan sawah dan ladang milik rakyat, namun untuk mengairi perkebunan-perkebunan milik swasta asing dan pemerintah kolonial.
Emigrasi juga dilaksanakan oleh pemerintah Belanda bukan untuk memberikan penghidupan yang layak serta pemerataan penduduk, tetapi untuk membuka hutan- hutan baru di luar pulau Jawa bagi perkebunan dan perusahaan swasta asing. Selain itu juga untuk mendapatkan tenaga kerja yang murah.
Jelaslah bahwa pemerintah Belanda telah menyelewengkan Politik Etis. Usaha- usaha yang dilaksanakan baik edukasi, irigasi, dan emigrasi, tidak untuk memajukan rakyat Indonesia, tetapi untuk kepentingan penjajah itu sendiri. Sikap penjajah Belanda yang demikian itu telah menyadarkan bangsa Indonesia bahwa penderitaan dan kemiskinan rakyat Indonesia dapat diperbaiki jika bangsa Indonesia bebas merdeka dan berdaulat

Letak Astronomis, Geografis, dan Geologis Indonesia IPS


\ :     Letak astronomis suatu negara adalah posisi letak yang berdasarkan garis lintang dan garis bujur.
Letak Astronomis Indonesia : Terletak di 95º BT – 141º BB dan 6º LU – 11º LS. Indonesia dilewati oleh garis equator (nol derajat lintang) yang menyebabkan Indoneisa beriklim tropis.
Garis Bujur : Garis Bujur adalah garis maya yang ditarik dari kutub utara hingga ke kutub selatan atau   sebaliknya. Pada garis Bujur, tempat yang dianggap sebagai nol derajat adalah garis dari kutub utara ke kutub selatan yang tepat melintasi kota Greenwich di Inggris. Jadi, garis bujur yang berada di sebelah barat Greenwich disebut Bujur Barat dan garis yang berada disebelah timur disebut Bujur Timur. Jarak kedua garis bujur itu dari Greenwich hingga pada batas 180º (seratus delapan puluh derajat). Pada jarak itu, Bujur Barat dan Bujur Timur kembali bertemu. Garis bujur inilah yang pada perkembangannya dijadikan sebagai patokan dalam menentukan waktu di berbagai belahan dunia.
Garis Lintang : Garis lintang itu adalah garis maya yang melingkari bumi ditarik dari arah barat hingga ke timur atau sebaliknya , sejajar dengan equator (garis khatulistiwa). Garis lintang terus melingkari bumi, dari equator hingga ke bagian kutub utara dan kutub selatan bumi. Menurut penamaannya, kelompok garis yang berada di sebelah selatan equator disebut Lintang Selatan (S). Sedangkan kelompok garis yang berada di sebelah utara equator disebut Lintang Utara (U).
Garis Lintang menandakan perbedaan zona iklim di bumi. Daerah diantara garis Khatulistiwa yang diapit oleh garis CANCER dan garis CAPRICORN (antara 23,27 o LU – 23,27 o LS) disebut daerah tropis, karena di sanalah sepanjang waktu matahari bersinar pada siang hari, di daerah ini hanya dikenal 2 musim yaitu musim panas dan penghujan. Sementara daerah antara 23,27o LU dan 66,33oLU serta antara 23,27oLS dan 66,33oLS disebut daerah sub-tropis, di daerah ini dapat terjadi 4 musim yaitu musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi. Sementara di daerah dekat Kutub utara dan selatan (90oLU dan 90oLS) dapat terjadi masa dimana dalam satu hari tidak muncul matahari, atau sebaliknya dalam satu hari matahari selalu bersinar (dikenal dengan istilah matahari tengah malam).
Letak Geografis :  Letak geografis adalah letak suatu daerah atau wilayah dilihat dari kenyataan di permukaan bumi.

Letak Geografis Indonesia : Indonesia  terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Dengan demikian, wilayah Indonesia berada pada posisi silang, yang memengaruhi perekonomian Indonesia.
a.      Hubungan Letak Geografis Indonesia dengan Perubahan Musim
·         Peredaran Matahari Tahunan :
Gerakan semu matahari dari garis khatulistiwa ke 23 ½ derajat LU lalu ke 23 ½ derajat LS, lalu kembali ke garis khatulistiwa lagi. Hal ini disebabkan oleh revolusi bumi.

·         Angin Muson :
Angin yang bertiup setiap 6 bulan sekali dan selalu berganti arah yang terjadi karena perbedaan tekanan udara. Angin Muson ada 2 :

1)      Angin Muson Barat :
Angin yang bertiup pada periode Bulan Oktober - April . Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi selatan, yang menyebabkan benua Australia musim panas, sehingga bertekanan minimum dan benua Asia lebih dingin, sehingga tekanannya maksimum. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui lautan luas.

2)      Angin Muson Timur :
Angin yang bertiup pada periode Bulan April - Oktober. Angin ini bertiup saat matahari berada di belahan bumi utara, sehingga menyebabkan benua Australia musim dingin, sehingga bertekanan maksimum dan Benua asia lebih panas, sehingga tekananya minimum. Pada periode ini, Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan sempit.

Keuntungan letak geografis Indonesia :
1.      Letak Indonesia yang berada diantara 2 benua yaitu Asia dan Australia membuat Indonesia bisa menjalin hubungan baik dengan negara – negara di kedua benua itu. Posisi tersebut selain juga berada di antara dua samudra membuat Indonesia berada di jalur lalu lintas internasional dan dapat menjadi tempat transit jalur perdagangan dunia. Hal itu membuat Indonesia dapat membuat hubungan baik dengan negara lain.
2.      Kawasan Indonesia yang terdiri dari banyak pulau membuat Indonesia kaya akan budaya, karena terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dll. Selain itu juga akan timbul banyak bentukan alam seperti danau, gunung api, pantai, dll. Hal itu dapat memajukan pariwisata Indonesia.
3.      Laut yang luas dan garis pantai yang panjang membuat Indonesia menyimpan hasil laut seperti ikan, kerang, serta bahan tambang seperti minyak bumi. Hal itu dapat menambah pendapatan negara.
4.     Letaknya yang berada dikawasan tropis membuat Indonesia kaya akan hasil hutan, berbagai jenis tanaman, dan berbagai jenis hewan.
5.      Tanah Indonesia yang subur membuat Indonesia menghasilkan banyak hasil pertanian.
Letak Geologis Indonesia : Letak geologis adalah letak suatu wilayah dilihat dari jenis batuan yang ada di permukaan bumi. Secara geologis wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur dan terletak di 3 daerah dangkalan, yaitu Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, dan Laut Pertengahan Australia Asiatis. Adanya dua jalur pegunungan tersebut menyebabkan Indonesia banyak memiliki gunung api yang aktif dan rawan terjadinya gempa bumi.