Penduduk Indonesia adalah mereka yang tinggal di Indonesia pada saat
dilakukan semsus dalam kurun waktu minimal 6 bulan.
Untuk mengetahui bagaimanakah
keadaan penduduk berkaitan dengan kuantitas penduduk di suatu negara diperlukan
data yang lengkap dengan melakukan:
a. Sensus Penduduk (cacah jiwa), yaitu pencatatatn penduduk di suatu
daerah/negara pada kurun waktu tertentu (biasanya setiap 10 tahun
sekali). Macam sensus, de facto dan de jure. De facto
adalah sensus penduduk sesuai kenyataan tinggal saat itu. De jure adalah
sensus penduduk sesuai dengan tempat tinggal resmi/otentik, misalnya KTP. Metode
sensus, canvasser dan house holder. Canvasser adalah
metode sensus dengan mendatangi dari rumah ke rumah. House holder adalah
metode sensus dengan kepala rumah tangga mengisi blangko sendiri data warganya.
tetapi sensus ini cukup sulit jika kepala rumah tangga buta huruf
b. Survei Penduduk, yaitu pencatatan penduduk di daerah yang terbatas dan
mengenai hal tertentu
c. Registrasi Penduduk, yaitu pencatatan data penduduk yang dilakukan secara terus
menerus di kelurahan
Pola mobilitas penduduk
permanen (migrasi), yang meliputi
1. Migrasi Internasional (antar negara)
a. Imigrasi, adalah masuknya
penduduk asing yang menetap ke dalam sebuah negara.
b. Emigrasi, adalah pindahnya
penduduk ke luar negeri untuk menetap di sana.
c. Remigrasi, adalah
pemulangan kembali penduduk asing ke negara asalnya
d. Repatriasi, adalah
kembalinya penduduk yang terdeportasi (terusir) ke pangkuan negara asal.
2. Migrasi Nasional (migrasi lokal)
a. Urbanisasi, yaitu
perpindahan penduduk dari desa ke kota.
b. Ruralisasi, yaitu
perpindahan penduduk dari kota ke desa untuk menetap di sana.
c. Evakuasi, yaitu
perpindahan penduduk untuk menghindari bahaya
d. Transmigrasi, yaitu
perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduknya, ke pulau yang masih
jarang penduduknya. Transmigrasi dibedakan menjadi 4, yaitu:
1. T. Lokal, yaitu
transmigrasi 1 pulau..
2. T. Spontan, yaitu
transmigrasi atas kemauan diri sendiri.
3. T. Bedol Desa, yaitu
perpindahan 1 desa beserta perangkat desa.
4. T. Sektoral, yaitu
perpindahan penduduk karena sebab khusus, misalnya karena bencana alam.
Piramida Penduduk, adalah sebuah grafik balok yang menunjukkan jumlah penduduk
dan jenis kelamin.
Piramida penduduk:
1. Expansive (penduduk muda)
2. Konstruktif (penduduk tua)
3. Stationer (penduduk
seimbang)
Expansive = Negara yang berkembang
Konstruktif = Negara darurat perang/bencana
Stationer
= Negara Maju
Penduduk usia produkif = 15-64 tahun
Penduduk usia non produktif = 0-14 tahun
dan 65 keatas
Antinatalitas adalah faktor penghambat kelahiran:
- Adanya program Keluarga Berencana (KB).
- Kemajuan di bidang iptek dan obat-obatan.
- Adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjungan anak bagi PNS.
- Adanya UU perkawinan yang membatasi dan mengatur usia pernikahan.
- Penundaan usia pernikahan karena alasan ekonomi, pendidikan dan karir.
- Adanya perasaan malu bila memiliki banyak anak.
Pronatalitas adalah faktor penunjang kelahiran:
- Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.
- Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan.
- Pernikahan usia dini (usia muda).
- Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya, jika dibandingkan dengan anak perempuan, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak laki-laki akan berusaha untuk mempunyai anak laki-laki.
- Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya bagaimana supaya memiliki anak.
Antimortalitas adalah faktor penghambat kematian:
- Tingkat kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat yang sudah baik.
- Negara dalam keadaan aman dan tidak terjadi peperangan.
- Adanya kemajuan iptek di bidang kedokteran sehingga berbagai macam penyakit dapat diobati.
- Adanya pemahaman agama yang kuat oleh masyarakat sehingga tidak melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain, karena ajaran agama melarang hal tersebut.
Promortalitas adalah faktor penunjang kematia:
- Adanya wabah penyakit seperti demam berdarah, flu burung dan sebagainya.
- Adanya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan sebagainya.
- Kesehatan serta pemenuhan gizi penduduk yang rendah.
- Adanya peperangan, kecelakaan, dan sebagainya.
- Tingkat pencemaran yang tinggi sehingga lingkungan tidak sehat.